Pelajaran Berharga… Motif Penipuan, Kewaspadaan, Keihkalasan & Kesabaran


ALLAH ga Buta… ALLAH ga Lupa….

ALLAH Maha MENGETAHUI… ALLAH Maha ADIL…

Astagfirullah Al-Adzim….

Sampai saat ini, Hanya kata itu yang bisa saya ucapkan berkali-kali dalam hati…

Bermula dari kejadian di pagi hari itu, setiba dikantor saya langsung mengeluarkan ponsel dari tas dan hendak memasukan kedalam laci mmeja kerja saya. Secara tidak sengaja saya melihat IM dari salah satu sahabat saya. Awalnya percakapan biasa ajah, sekedar tanya kabar dan say hello…. dan kemudian berlanjut ke pembicaraan yang mungkin dari awal sudah dia tunggu-tunggu.

Sahabat saya, sebut ajah Aliah *yang tenyata id IM-nya telah di bajak oleh orang lain* meminta tolong meminjam sejumlah uang untuk di transferkan ke No. Rekening salah satu Bank Swasta ternama yang dia berikan kepada. Tanpa berfikir panjang, saya meng-iyakan dan langsung mengirimkan sejumlah yang di minta. Setelah saya konfirmasi bahwa transaksi berhasil, dia kembali meminta tolong untuk mengirimkan sejumlah uang, yang tentu saja dengan jumlahnya 2x lipat lebih besar… Masya ALLAH, dengan gampangnya saya pun langsung mengiyakan dan melakukannya. Yang terlintas dipikiran saya saat teman itu memnita tolong hanya pikiran bahwa di tempat dia tinggal, masih terlalu pagi untuk keluar rumah untuk sekedar transfer, toh dia juga janji 1jam lagi bakal balikin uang yang dia pinjam. Saya hanya berfikiran, selama uang ada direkening dan belum butuh yntyk segera digunakan tidak masalah dipakai untuk membantu teman yang lebih membutuhkan…

Nah, disinilah letak kecerobohan dan keteledoran saya… saya tidak berfikiran untuk konfirmasi teman, meski hanya lewat sms or nelpon…. saya hanya berinisiatif mengambil foto bukti transaksi dan mengirimkan ke bbm dia…. Saya baru sadar telah menjadi korban penipuan setelah teman pemilik id IM menerima foto transaksi yang saya kirimkan…. Masya ALLAH, saya hanya bisa lemas dan bingung untuk beberapa saat…. Betapa tidak, dengan mudahnya ssaya terperdaya!! Ibarat kata : ”Bagai Kerbau di Cucuk Hidung”…

Setelah terdiam beberapa saat, saya berusaha untuk menelpon Call Centre Bank tempat saya membuka rekening untuk menblokir transaksi yang baru saja saya lakukan. Innalillahi, semua tidak bisa di Cancel….

Setelah saya kembali keruangan, ternyata oknum yang telah menipu saya sudah mengirimkan begitu banyak pesan dan dengan terus terang mengatakan bahwa dia telah menipu saya… Alhamdulillah, meskipun dia telah menipu saya setidaknya dia masih beritikad baik untuk mengakui perbuatannya. Dan dia juga mengatakan bahwa dia terpaksa karena sangat butuh uang sehingga harus menipu saya untuk mendapatkan uang… awalnya dai berjanji akan segera mengembalikan uang saya begitu barang yang dia jual *dibeli dengan uang dari saya* sudah laku… Hemmmmp, saya masih berusaha untuk memaafkan dia untuk perlakuannya pada saya.

Sorenya, sang pelaku mencoba menghubungi saya meminta tolong untuk mengirimkan email bukti transaksi. Saya masih berharap dengan m,embantunya, dia melihat niat baik saya dan akan mengembalikan uang tersebut, akhirnya saya mencoba mengirimkan bukti transaksi yang dia minta plus foto bukti transaksi yang sudah saya ambil pagi harinya.

Selain mencoba untuk tetap berkomunikasi dengan si peminjam *terlalu kasar kalau mengatakan penipu karena setiap dia menghubungi saya dia menyebut “yang pinjam uang mba mimi”…. *, saya juga tetap berusaha menghubungi Bank agar transaksi bisa dibatalkan, saya juga mencoba menghubungi beberapa teman yang kemungkinan bisa membantu… Masya ALLAH, benar-benar tidak ada jalan untuk membatalkannya. Akhirnya saya benar-benar pasrah dan ikhlas, mungkin uang tersebut memang hak orang lain yang ALLAH titipkan pada saya. saya hanya mencoba  berintrospeksi diri, mungkin sedekah yang saya keluarkan masih kurang….

Sampai saat ini, sudah lewat batas waktu yang dia janjikan, uang yang dia pinjam *istilah dia* belum juga masuk ke rekening saya. Saya pun coba menghubunginya, dan dia mengatakan bahwa paling lamabt 2hari lagi. Saya pun mencoba percaya dengan apa yang dia katakan *mencoba tetap berprasangka positif*. Beberapa kali dia juga coba hubungi saya dengan no telpon saya dan mencoba meyakinkan bahwa uang akan tetap dia kembalikan. Insya ALLAH. Namun, sampai saat ini sudah 2 hari berlalu dari kejadian itu… Sudah beberapa kali saya mencoba mengecek rekening saya dan saldo belum juga berubah…

Saya hanya berusaha untuk ikhlas, kalau memang uang itu bukan rejeki saya berarti ALLAH telah mengambil titipannya dari saya. Jangankan uang dan harta, nyawa pun akan diambil oleh pemiliknya bila sudah waktunya… Jangan sampai kehilangan harta membuat kita gundah dan sedih berkepanjangan…

Kejadian ini cukup kita jadikan sebagai pelajaran untuk lebih berhati-hati…

Seperti kata orang tua, pengalaman SANGAT BERHARGA dan HARUS dibayar dengan MAHAL…. Cukuplah kejadian ini menimpa saya, dan menjadi pelajaran buat kita semua.

Hikmah dari kejadian yang saya alami :

  • Motif penipuan sangat beragam saat ini, berhati-hati dan waspadalah…. terutama bila ada teman yang memninta bantuan berupa uang baik melalui media Jejaring Sosial seperti FB, YM dll… sebiaknya konfiemasi kepada yang bersangkutan melalui telpon or SMS.
  • ALLAH skadang menegur Hambanya dengan sedikit sentilan, agar bisa lebih berhati-hati!! Percaya pada sesama boleh saja, namun tidak ada salahnya untuk tetap WASPADA!
  • Semua yang kita miliki dalah titipan dari ALLAH, kapan saja ALLAH bisa mengambilnya dengan cara apapun… Jangan sampai kehilangan Harta mambuat kita menjadi bersusah hati.

ALLAH ga Buta!!!! Dia melihat setiap tindakan Hambanya…

ALLAH ga Lupa!!!! Dia mengingat semua yang Hambanya telah perbuat….

Ada malaikat-Nya yang mencatat amalan baik dan buruk, dan Kelak kita semua akan menerima Hizab atas apa yang telah kita perbuat…

ALLAH Maha Mengetahui!!! Dia tau akan Niat dan Tujuan yang Hambanya lakukan…

ALLAH Maha ADIL!!! Dia akan membalas semua amalan Hambanya, baik dan Buruk…

Tidak perlu menunggu Akhirat, di Dunia pun balasan atas kebaikan dan keburukan akan kita dapatkan dari lingkungan sekitar kita… Dan akan ada hari dimana kita akan menerima semua balasan atas kebaikan…

Insya ALLAH, JANJI ALLAH itu PASTI!!!! ALLAHU AKBAR!!!

Iklan

Kelebihan Sholat Tarawih


Selama ini Qt tau kalo sholat Tarawih adalah sholat sunnah yang dikerjakan setelah sholat wajib Isya’. Tapi apakah Qt tau, apa kelebihan-kelebihan dari sholat Tarawih?

Dalam fenomena masyarakat kebanyakan, waktu sholat Tarawih yang dilakukan di masjid juga merupakan ajang untuk TP alias tebar pesona bagi kaum muda. Bagaimana tidak, saatnya untuk sholat, memang mereka juga ikut sholat di rakaat pertama, tapi setelah salam? Lihat saja, kawula muda kebanyakan langsung menyingkir ke belakang shaf (untuk kaum adam) dan maju di shaf paling depan (untuk kaum hawa) . Apalagi kalo bukan untuk ’saling melirik’. Tak jarang pula, saat sholat jama’ah berlangsung terdengar ’suitan’ dan ‘cekikikan’ di balik pembatas jama’ah laki-laki dan perempuan. Astaghfirullah… (ini bukan gaya Q, tapi harus Q akui akhir-akhir ini Q sering sekali mengucapkan istighfar sambil mengelus dada)

Ga perlu malu untuk mengakui kalo aja salah satu dari qT perNaH meLaKukanx…, maka dari itu, kali ini Q akan memposting hasil ‘curian Q’ (Q dapet artikel ini diatas meja kerja papa, hehe… maaf ya pa, Q pinjam dulu, njiplak dikit, pizz!!). Dengan harapan, semoga artikel ini bermanfaat dan dapat merubah sedikit niat dari Qt semua untuk beribadah dengan lebih baik. Amiinn…

Kelebihan Sholat Tarawih di Setiap Malamnya:

  1. Diampuni dosa orang-orang yang beriman sebagaimana keadaannya baru dilahirkan.
  2. Diampunkan dosa orang-orang yang beriman yang mengerjakan sholat Tarawih, serta dosa-dosa kedua ibu bapaknya.
  3. Para malaikat di bawah ‘Arasy menyeru kepada manusia yang mengerjakan sholat Tarawih itu agar meneruskan sholatnya pada malam-malam yang lain, semoga Allah akan mengampunkan dosa-dosa mereka.
  4. Orang-orang yang mengerjakan sholat Tarawih akan memperoleh pahala sebagaimana pahala yang diperoleh orang-orang yang membaca kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an.
  5. Allah SWT akan mengaruniakan pahala seumpama pahala oran-orang yang mengerjakan sembahyang di Masjidil Haram, Masjidil Madinah dan Masjidil Aqsa.
  6. Allah SWT akan mengaruniakan kepadanya pahala seumpama pahala malaikat-malaikat yang bertawaf di Baitul Makmur serta setiap batu dan tanah berdoa untuk kemapunan orang-orang yang mengerjakan Tarawih malam itu.
  7. Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa a.s serta menolong Nabi itu menentang musuhnya Fir’aun dan Hamman.
  8. Allah SWT mengurniakan pahala orang yang bersholat Tarawih sebagaimana pahala yang dikurniakan kepada Nabi Ibrahim a.s.
  9. Allah SWT akan mengurniakan pahala yang dinaikkan mutu ibadat hamba-Nya seperti Nabi Muhammad SAW.
  10. Allah SWT mengurniakan kepadanya kebaikan dunia dan akhirat.
  11. Ia meninggal dunia di dalam keadaan bersih dari dosa seperti baru dilahirkan.
  12. Ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan muka yang bercahaya-cahaya.
  13. Ia akan datang pada hari kiamat di dalam keadaan aman sentosa dari seberang kejahatan dan keburukan.
  14. Malaikat-malaikat akan datang menyaksikan mereka bersholat Tarawih serta Allah SWT tidak akan menyesatkan mereka.
  15. Semua malaikat yang memikul ‘Arasy dan Kursi akan bersalawat dan mendoakannya supaya Allah mengampunkannya.
  16. Allah SWT menuliskan baginya dari kalangan mereka yang terlepas dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga.
  17. Allah SWT menuliskan baginya pahala malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.
  18. Malaikat akan menyeru: Wahai hamba Allah sesungguhnya Allah telah ridha denganmu dan dengan kedua ibu bapakmu (yang masih hidup ataupun sudah mati).
  19. Allah SWT akan meninggikan derajatnya di dalam surga Firdaus.
  20. Allah SWT mengurniakan kepadanya pahala seperti orang mati syahid dan orang-orang sholeh.
  21. Allah SWT akan membina untuknya sebuah mahligai di dalam surga yang dibuat dari cahaya.
  22. Ia akan datang pada hari kiamat di dalam keadaan aman dari segala huru-hara pada hari tersebut.
  23. Allah SWT akan membina untuknya sebuah bandar di dalam surga dari cahaya.
  24. Allah SWT akan membuka peluang untuk dua puluh tahun ibadat bagi orang-orang yang mengerjakan sholat Tarawih pada malam tersebut.
  25. Allah SWT akan mengangkat siksa kubur darinya.
  26. Allah SWT akan mengurniakan pahala empat puluh tahun ibadat bagi orang-orang yang mengerjakan sholat Tarawih pada malam tersebut.
  27. Allah SWT akan mengaruniakan kepadanya kemudahan untuk melintasi jembatan sirat secepat kilat.
  28. Allah SWT akan menaikkan kedudukannya seribu derajat di akhirat.
  29. Allah SWT akan mengaruniakan kepadanya pahala seribu haji yang mabrur.
  30. Allah SWT akan memberi penghormatan kepada orang yang bertarawih pada malam terakhir dengan firman-Nya: Wahai hamba-Ku! Makanlah segala jenis buah-buahan yang Engkau ingini untuk dimakan d dalam surga dan mandilah kamu di dalam sungai yang bernama salsabil serta minumlah air dari telaga yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad SAW yang bernama Al-Kautsar.

Inilah kelebihan-kelebihan sholat Tarawih di tiap malamnya. Bukankah itu rahmat terbesar, setiap malam Qt akan mendapatkan pahala tersebut jika Qt mengerjakan sholat Tarawih. Insya ALLAH!!!!amiiiin

Adab Pada Hari Jumat Sesuai Sunnah Nabi


Hari Jumat adalah hari yang mulia, dan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia memuliakannya. Keutamaan yang besar tersebut menuntut umat Islam untuk mempelajari petunjuk Rasulullah dan sahabatnya, bagaimana seharusnya msenyambut hari tersebut agar amal kita tidak sia-sia dan mendapatkan pahala dari Allah ta’ala. Berikut ini beberapa adab yang harus diperhatikan bagi setiap muslim yang ingin menghidupkan syariat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Jumat.

 

1. Memperbanyak Sholawat Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

2. Mandi Jumat

Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang balig berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda yang artinya, “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi janabah biasa. Rasulullah bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi Jumat seperti mandi janabah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Menggunakan Minyak Wangi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu sholat sesuai yang ditentukan baginya dan ketika imam memulai khotbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Bersegera Untuk Berangkat ke Masjid

Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)

5. Sholat Sunnah Ketika Menunggu Imam atau Khatib

Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)

6. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhotbah

“Sahl bin Mu’ad bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) pada saat sholat Jumat ketika imam sedang berkhotbah.” (Hasan. HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

7. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat

Rasulullah bersabda yang artinya, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka sholatlah empat rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

8. Membaca Surat Al Kahfi

Nabi bersabda yang artinya, “Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.” (HR. Imam Hakim dalam Mustadrok, dan beliau menshahihkannya)

Demikianlah sekelumit etika yang seharusnya diperhatikan bagi setiap muslim yang hendak menghidupkan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika di hari Jumat. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa di atas sunnah Nabi-Nya dan selalu istiqomah di atas jalan-Nya.

(Disarikan dari majalah Al Furqon edisi 8 tahun II oleh Abu Abdirrohman Bambang Wahono)

***

AMALAN HEBAT DI HARI JUMAT!!!!


Merupakan kepribadian seorang muslim apabila ia senantiasa bersemangat dalam amalan-amalan yang bermanfaat bagi dirinya. Ia selalu mencari amalan-amalan yang mudah dan memiliki balasan dari Allah ta’ala yang sangat banyak. Sebagaimana dalam sebuah hadist Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam yang berbunyi “Mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah dibandingkan dengan mukmin yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikannya. Bersemangatlah untuk mengerjakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirimu, serta mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kau lemah!…” (HR. Muslim). Di saat kesalahan dalam beragama banyak pihak di negara tercinta ini seiring pula sunnah yang mulia ini tergeser. Benarlah sebagaimana yang dikatakan seorang ulama besar bahwa setiap satu kebid’ahan yang muncul akan menghapus satu sunnah yang mulia. Kebanyakan kaum muslimin justru lebih banyak terjerumus dalam kebid’ahan yang semakin marak dan tumbuh subur, sehingga muncullah talbis ketika bid’ah dianggap sunnah, dan ketika sunnah itu menjadi sirna ataupun aneh. Benarlah seperti apa yang dikatakan oleh seorang tabi’in mulia bernama Hassan bin ‘Athiyyah al-Muharibi rahimahullah yang meneruskan apa yang dikatakan oleh Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu melalui periwayatan Abul ‘Abbas Al asham ialah: “Tidaklah suatu kaum membuat satu bid’ah (hal yang baru dalam agama-pen) dalam agama mereka melainkan Allah akan mencabut satu hal yang sama dari Sunnah mereka, kemudian Dia tidak akan mengembalikan Sunnah tersebut kepada mereka hingga hari Kiamat.” (HR. Ad Darimi sanadnya shahih dan ada didalam kitab Misykatul Mashabih karya Muhammad Nashiruddin Al Albani). Hari jum’at sebagai salah satu hari yang apabila kaum muslimin mengetahui merupakan hari yang banyak memiliki faidah bagi setiap muslim. Tidak hanya sedikit melainkan banyak balasan yang akan diberikan oleh Allah berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alayhi wa salam. Sekalipun amalan tersebut yang berupa sunnah tidak menyita banyak waktu dan tenaga. Banyak rahasia tersembunyi dan harta karun terpendam bagi seorang muslim seandainya mereka mau sedikit berusaha tuk mencari keutamaan dan amalan-amalan berbuah hebat di hari jum’at ini selain shalat jum’at yang diwajibkan bagi laki-laki. Atau para ‘ulama menyebutkan bagi hari jum’at nama tersendiri yaitu sayyidul ayyam. Ada beberapa amalan jum’at yang dapat kembali dihidupkan ditengah kaum muslimin saat ini. Sunnah-sunnah yang sangat mulia dimana para sahabat radhiyalohu anhum sangat antusias dalam menjalaninya. Diantaranya ialah: Memperbanyak shalawat kepada Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam, sebagaimana dalam sebuah hadist, Dari Aus bin Aus radhiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya diantara hari-harimu yang paling afdhal ialah hari Jum’at, pada hari itu (Nabi) Adam diciptakan, pada hari itu nyawanya dicabut, pada hari itu sangkakala ditiup, dan pada hari itu (pula) kiamat besar terjadi. Oleh karena itu, perbanyaklah shalawat untukku pada hari itu, karena shalawatmu akan ditampakkan kepadaku. “Para shahabat bertanya, “Ya Rasulullah bagaimana (mungkin) shalawat kami ditujukan kepadamu, padahal engkau sudah berbentuk tulang belulang?” Maka sabda beliau, “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla telah mengharamkan tanah memakan jasad para Nabi.” (HR. Ibnu Majah dan An Nasa’i) Dalam hadist yang lain Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah oleh kamu shalawat kepadaku pada hari Jum’at dan malam Jum’at, karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali (shalawat saja), niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Baihaqi dan dihasankan oleh Syaikh Albani). Adapun shalawat yang diperintahkan ialah sebagaimana yang dibaca ketika tahiyat akhir dalam shalat. Shalawat pun dibaca secara sendiri-sendiri bukan berjama’ah sebagaimana hal ini banyak terjadi di banyak masjid kaum muslimin setiap akan memulai shalat Jum’at dengan menggunakan speaker dan dipimpin oleh seseorang. Sunnah yang lain dihari Jum’at ialah hendaklah bagi setiap muslim untuk membaca Surat Al Kahfi, sebagaimana dalam sebuah hadist dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallohu ‘anhu bahwasanya rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, niscaya bacaan tersebut menjadi cahaya baginya yang meneranginya antara dua Jum’at.” (HR. Hakim dan Baihaqi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’us Shaghir). Bahkan dimalam Jum’at pun diperbolehkan sebagaimana pendapat beberapa fuqaha diantaranya pemuka madzhab syafi’iyah yaitu Al Imam Asy Syafi’i. Maka hendaklah ia mengambil hadist ini sebagai hujjah mereka-mereka yang seringkali melakukan kebid’ahan dengan imbuhan –an seperti yasinan dan tahlilan. –wallahu ‘alam- Memperbanyak do’a disaat waktu yang dikabulkan sebagaiman dalam sebuah hadist dari Jabir radhiyallohu ‘anhu bahwasanya rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Hari Jum’at terdiri atas dua belas jam setiap hamba muslim memohon apapun kepada Allah azza wa jalla pada hari itu, pasti Dia memenuhi permohonannya, karena itu carilah kesempatan emas tersebut pada akhir waktu sesudah shalat Ashar.” (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Al Hakim juga diriwayatkan oleh Muslim II:584 no: 853). Dan tentunya bagi seorang laki-laki ada sunnah yang lain yaitu shalat sunnah intidzhar (semampunya) dan shalat sunnah sesudah Jum’at, sebagaimana dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang mandi besar (seluruh tubuh) pada hari Jum’at, lalu kemudian datang (ke masjid untuk) shalat Jum’at, lalu ia shalat semampunya, kemudian ia mendengarkan khutbah dengan seksama hingga selesai khutbahnya, lalu ia shalat Jum’at dengannya, niscaya ndiampunilah baginya akan dosa-dosa yang terjadi antara Jum’at itu dengan Jum’at yang lain ditambah tiga hari.” (HR. Muslim). Tidak ada qabliyah Jum’at sebagaimana yang dikerjakan oleh banyak kaum muslimi saat ini. Dimana ketika adzan dikumandangkan maka mereka berbondong-bondong untuk melaksanakan shalat qabliyah Jum’at. Mengenai hal ini Al Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah memberikan penegasan, “Bahwa Nabi shalallahu ‘alayhi wa sallam apabila Bilal selesai mengumandangkan adzan, beliau langsung memulai berkhutbahnya, tidak seorang pun yang berdiri mengerjakan shalat dua rakaat, sama sekali tidak ada, dan adzan hanya sekali. Kemudian, kapan mereka akan shalat sunnah qabliyah Jum’at? (Zaadul Ma’ad fii Hadyi Khairil Ibaad I : 118) Sedangkan dengan shalat sunnah sesudahnya terdapat hadist dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang diantara kamu akan shalat Jum’at, maka shalatlah sesudahnya empat raka’at.” (HR. Muslim), dan hal ini bisa dilakukan baginya dua rakaat dirumah maupun dua rakaat di masjid. Sebagaimana dijelaskan Ibnu Umar radhiyalllohu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam tidak shalat dua rakaat seusai shalat Jum’at hingga beliau pulang, lalu shalat dua rakaat dirumahnya. (HR. Muttafaqun ‘alaih). Maka merupakan sebuah kebaikan bagi setiap muslimin dan muslimat untuk segera bergegas melaksanakan sunnah yang mulia ini, sebuah amalan hebat di hari Jum’at dengan banyak manfaat. Wallahu ‘alam bi shawwab.

SEKEDAR NASIHAT UNTUK KAUM HAWA


  1. Untuk membentuk bibir yang menawan, Ucapkan kata-kata kebaikan.
  2. Untuk mendapatkan mata yang indah, Carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.
  3. Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, Berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan.
  4. Untuk mendapatkan rambut yang indah, Mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari.
  5. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, Berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, Dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian. Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain, Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni.
  6. Jadi, jangan pernah kucilkan seseorang dari hati anda Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, Ingatlah senantiasa, Jika suatu ketika anda membutuhkan pertolongan, Akan senantiasa ada tangan terulur.
  7. Dan dengan bertambahnya usia anda, Anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, Satu untuk menolong diri anda sendiri, Dan satu lagi untuk menolong orang lain.
  8. Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakannya, Bukan pada bentuk tubuhnya, atau cara dia menyisir rambutnya.
  9. Kecantikan wanita terdapat pada matanya, cara dia memandang dunia. Karena di matanyalah terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, Di mana cinta dapat berkembang.
  10. Kecantikan wanita, bukan pada kehalusan wajahnya, Tetapi kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, Yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta yang dia berikan Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.