Ultah Kota Yogya ke-256Thn


Tahun ini, kota Yogyakarta memperingati hari ulang tahunnya yang ke-256. Perayaan hari ulang tahun ini berlangsung selama dua pekan, 5-20 Oktober 2012, perayaan tahun ini tak disertai acara promosi pariwisata Jogja Java Carnival seperti tahun sebelumnya. Untuk berpatisipasi dalam memperingati hari jadi kota Yogyakarta, maka berikut saya mengulas sedikit banyak tentang sejarah dan objek wisata yang ada di kota Yogyakarta dan Sekitarnya.

bandara udara adi sucipto Yogyakarta

Kota Yogyakarta adalah salah satu kota besar di Pulau Jawa  yang merupakan ibukota dan pusat pemerintahan Daerah Isimewa Yogyakarta dan sekaligus tempat kedudukan bagi Sultan Yogyakarta dan Adipati Pakualam. Salah satu kecamatan di Yogyakarta, yaitu Kotagede pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara 15751640. Keraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya adalah Karaton Ngayogyakarta dan Puro Pakualaman, yang merupakan pecahan dari Mataram. Seribu tahun silam, Yogyakarta merupakan pusat kerajaan Mataram Kuno yang makmur dan memiliki peradaban tinggi. Kerajaan inilah yang mendirikan Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia, 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja. Peninggalan lainnya adalah Candi Prambanan, Istana Ratu Boko, dan puluhan candi lainnya yang sudah direstorasi maupun yang masih terpendam di bawah tanah. Selain bangunan bersejarah tersebut, di koya Yogyakarta juga banyak berdiri bangunan bersejarah dan tempat tempat menarik yang bisa dijadikan sebagai tujuan wisata bagi kita yang akan mengisi hari liburan.

Bangunan Bersejarah dan Tempat Wisata :

1. Gedung Bank Indonesia dan Kantor Pos Besar. Bangunan yang indah ini merupakan peningglana Kolonial Belanda, dimana saat ini lebih dikenal dengan sebutan Museum bank Indonesia. Tepat disampingnya, berdiri kantor pos Besar Yogyakarta yang mana kedua bangunan ini berda dalam kawasan “Nol Kilometer Yogyakarta”.

Museum Bank Indonesia – Yogya
Kantor Pos Besar – Yogya
Halaman Depan Museum Bank Indonesia
Interior Kantor Pos Besar Yogya

2. Monument 1 Maret. Terletak di sebelah selatang benteng Vredeburg berdiri dengan tegar, mengingatkan kita pada peristiwa nasional yang tersebar dalam sejarah berdirinya RI. Peristiwa ini pada tanggal 1 Maret 1949, tatkala Letnan Kolonel Soeharto (sekarang Presiden RI) memimpin Serangan Umum ke kota Yogyakarta yang saat itu berada dalam penguasaan balatentara penjajah Belanda.

 3. Benteng Vredeburg. Bangunan yang brdiri di pusat kota, didepan Gedung Agung (bekas istana Presiden RI di jaman Yogyakarta menjadi ibukota Negara tahun 1946), dibelakang Monumen Serangan Umum 1 Maret. Benteng ini sengaja didirikan oleh penjajah Belanda untuk mengamankan pemerintahannya dengan seorang Gubernur Hindia Belanda yang bertempat tinggal di Gedung Gubernuran (Gedung Agung sekarang).

Benteng Vredeburg – Yogya

4. Monumen Yogya Kembali. Didirikan untuk mengenang peristiwa bersejarah yaitu bebasnya Yogyakarta dari Pendudukan Belanda tahun 1949. Monumen ini terletak di Sariharjo, Ngaglik Sleman kira-kira 7 km dari Tugu Yogyakarta. Monumen ini berbentuk kerucut menpunyai gunung dan terdiri dari tiga lantai.

Monumen Yogya Kembali – Yogya

5. Tugu Yogya. Adalah salah satu bangunan peninggalan Sultan Hamengku Buwana I. Pembangunan Tugu tersebut dilakukan untuk memperingati rasa kebersamaan raja (pada waktu itu Pangeran Mangkubumui) dengan rakyat yang bersatu padu melawan Belanda sehingga Pangeran Mangkubumi mendapatkan tanah Mataram. Tugu tersebut dibangun setahun setelah Perjanjian Gianti. Ketinggian Tugu pada waktu dibangun pertama kali adalah 25 meter.

6. Taman Sari. Terletak lebih kurang 400 meter dari Komplek Kraton Yogyakarta atau lebih kurang 10 menit berjalan kaki dari halaman dalam belakang Kraton yang disebut Kemandungan Kidul atau halaman Magangan.Taman Sari berarti taman yang indah, pada zaman dahulu merupakan tempat rekreasi Sri Sultan beserta kerabat Istana.

Permandian Taman Sari
Permandian yang ada di dalam Taman Sari

7. Taman Lampion

Taman lampion Monjali dengan Gemerlap lampu lampion yang berada di area monumen Jogja kembali ini terdapat ratusan lampu lampion raksasa yang tertata sedemikian rupa dari berbagai macam bentuk, seperti bunga, binatang, replika keajaiban dunia dan tokoh kartun. Bahkan tak lupa ada lampu lampion berbentuk tugu jogja yang besar di dekat pintu masuk sisi Barat. Selain itu, juga tersedia stand kuliner makanan dan minuman di lantai 1 dan lantai bawah area monjali sehingga taman lampion ini layak untuk dijadikan tempat bermain keluarga khususnya pada malam hari.

8. Kebun Binatang Gembira Loka. Gembira Loka terletak di muara sungai Gajah Wong, 3 km sebelah timur Kantor Pos Besar. Dengan koleksi beragam hewan yang menarik, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, terdapat juga fasilitas bermain untuk anak. Pada musim libur sekolah, juga diselenggarakan pertunjukan gamelan dan musik tradisional

 9. Jalan Malioboro. Salah satu pusat perbelanjaan di Jogja. Keramaian dan semaraknya Malioboro tidak terlepas dari banyaknya pedagang kaki lima yang berjajar sepanjang jalan Malioboro menjajakan dagangannya, hampir semuanya yang ditawarkan adalah barang/benda khas Jogja sebagai souvenir/oleh-oleh bagi para wisatawan antara lain kerajinan ayaman rotan, kulit, batik, perak, bambu dan lainnya, dalam bentuk pakaian batik, tas kulit, sepatu kulit, hiasan rotan, wayang kulit, gantungan kunci bambu, sendok/garpu perak, blangkon batik [semacan topi khas Jogja/Jawa], kaos dengan berbagai model/tulisan dan masih banyak yang lainnya.

10. Kraton Yogya. Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan sumber pancaran seni budaya Jawa yang dapat di saksikan melalui keindahan arsitektur dengan ornamen-ornamennya yang sangat mempesona. Setiap hari, Kraton terbuka kunjungan wisatawan mulai pukul 7.30 hingga pukul 13.00, kecuali pada hari Juma’t Kraton hanya buka sampai dengan pukul 12.00 WIB.

11. Pasar Beringharjo. Pasar Beringharjo didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I. Pasar ini terletak di sebelah utara kompleks keraton. Nama Pasar Beringharjo diambilkan dari nama hutan Beringan, yakni hutan yang merupakan cikal bakal kota Yogyakarta. Di dalam hutan tersebut terdapat pedukuhan yang bernama Pacetokan yang merupakan tempat berdirinya Keraton Yogyakarta sekarang

12. Gunung Merapi. Mempunyai ketinggian 2968 m dari permukaan laut dan terletak lebih kurang 25 km dari Yogyakarta. Gunung Merapi terbentuk pertama kali sekitar 60.000-80.000 tahun yang lalu. Namun sejarah aktivitasnya baru mulai diamati dan ditulis sebagai dokumen sejak tahun 1791. Puncak Merapi menjajikan daya pikat untuk menikmati keindahan matahari terbit pada pagi hari dengan pemandangan alami dari jajaran Gunung Ungaran, Telomoyo dan Merbabu. Gung Merapi dan sekitarnya menawarkan wisata gunung api seperti udara yang sejuk, lintas alam, keindahan kubah lava yang masih aktif.

13. Candi Borobudur. Borobudur merupakan candi terbesar di Indonesia. Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, selain menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi, juga menjadi pusat ibadat bagi penganut Buddha di Indonesia khususnya pada setiap perayaan Waisak. Hal ini sesuai dengan arti namanya yaitu “biara di perbukitan”. Saat ini, Borobudur telah menjadi obyek wisata yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, Candi Borobudur telah menjadi tempat suci bagi penganut Buddha di Indonesia dan menjadi pusat perayaan tahunan paling penting penganut Buddha yaitu Waisak. Borobudur menjadi salah satu bukti kehebatan dan kecerdasan manusia yang pernah dibuat di Indonesia. Borobudur menjadi obyek wisata dan budaya utama di Indonesia selain Bali dan Jakarta. 

Candi Borobudur

 14. Candi Prambanan. Candi Prambanan adalah candi Hindu yang besar di Indonesia dan terletak sekitar 17 kilometer dari Yogyakarta. Terletak di dataran Prambanan, kompleks candi ini luas duduk anggun di areal terbuka sekitar dua puluh kilometer selatan Gunung Merapi, yang mendominasi cakrawala. Candi ini dibangun pada awal abad kesembilan oleh dinasti Sanjaya, sebuah kerajaan Hindu yang berkembang yang berbagi pulau dengan dinasti Sailendra Buddhis yang dibangun Borobudur. Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Sampai saat ini belum dapat dipastikan kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa, namun kuat dugaan bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

15. Pantai Parangtritis. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir di sekitar pantai, yang biasa disebut gumuk. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. Pantai Parangtritis juga menawarkan kegembiraan bagi mereka yang berwisata bersama keluarga. Bermain layang-layang bersama si kecil juga tak kalah menyenangkan. Angin laut yang kencang sangat membantu membuat layang-layang terbang tinggi, bahkan bila Anda belum pernah bermain layang-layang sekalipun.

16.Pantai Gunung Kidul. Gunung Kidul merupakan kabupaten yang letaknya paling jauh dari pusat kota Yogyakarta, serta merupakan wilayah yang tandus karena didominasi oleh pegunungan kapur, atau yang lebih trennya di sebut Karst. Namun ternyata di balik keterbelakangannya Gunung Kidul mempunyai pesona yang sangat indah pada wisata pantainya.

Pantai di daerah Pegunungan Kidul
Pantai di daerah Pegunungan Kidul

Demikian sedikit ulasan yang sebagian besar isi artikel ini saya sadur dari hasil googling dan mengumpulkan sedikit koleksi foto hasil jalan jalan dan jepret jepret yang ala kadarnya… setidaknya bisa ikut memperingati HUT Kota Yogyakarta yang ke-256 tahun.

Salam,

-mimi aminah amin-